Pengusaha Waroeng Steak yang Kembangkan Pesantren SahabatQu
Sleman, Yogyakarta — Kesuksesan di dunia usaha tidak selalu berhenti pada pencapaian bisnis. Hal tersebut tercermin dari kiprah Jody Brotosuseno, pengusaha Waroeng Steak yang turut mengembangkan bidang pendidikan melalui Pesantren SahabatQu di Yogyakarta.
Pesantren SahabatQu berdiri sejak 2009 dan berlokasi di Jalan Deresan III No. 24, Manggung, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini, pesantren tersebut memiliki 386 santri yang mendapatkan pendidikan dan pembinaan berbasis nilai-nilai Islam.
Keberadaan Pesantren SahabatQu menjadi salah satu bentuk kontribusi Jody Brotosuseno dalam membangun generasi muda. Pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembinaan Al-Qur’an, akhlak, serta kepemimpinan.
Visi Pesantren SahabatQu adalah “Terwujudnya generasi muslim berkualitas dengan model pendidikan berbasis Kepesantrenan yang mengedepankan pembinaan Al-Qur’an, Akhlak, dan Leadership.” Visi tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan para santri.
Dalam pelaksanaannya, Pesantren SahabatQu memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren berbasis Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam. Para santri juga dibimbing untuk mencintai dan berkomitmen terhadap Al-Qur’an melalui pembelajaran tilawah, tahfidz, tadabbur, dan tafsir yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Selain pendidikan Al-Qur’an, pembentukan akhlak dan karakter Islami menjadi bagian penting dalam kehidupan santri. Pembinaan dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, keteladanan para guru, serta berbagai program yang terintegrasi dengan kegiatan pendidikan.
Pesantren SahabatQu juga mendorong pengembangan jiwa kepemimpinan Islami. Para santri diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, organisasi sekolah, dan proyek sosial yang bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, integritas, serta keberanian dalam mengambil peran di masyarakat.
Di bidang akademik, pesantren turut mendorong pengembangan potensi santri dalam sains dan teknologi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan akhlakul karimah. Lingkungan pendidikan juga dibangun agar religius, disiplin, dan inspiratif sehingga para santri dapat berkembang menjadi pribadi yang cerdas, amanah, dan mandiri.
Dalam menjalankan pendidikan, Pesantren SahabatQu juga membangun sinergi dengan orang tua dan masyarakat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung terbentuknya generasi Qur’ani yang memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi umat.
Dengan perpaduan antara pendidikan umum, kepesantrenan, pembinaan Al-Qur’an, akhlak, dan leadership, Pesantren SahabatQu diharapkan mampu terus mencetak generasi muslim berkualitas. Kiprah Jody Brotosuseno melalui pesantren tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

